Arsip

Archive for Juni, 2015

H-6 Salamul Falah VI.

Telah terkonfirmasi!

Terima kasih Wings Food (wabil khusus Mie Sedaap) yang telah, untuk kedua kalinya, mensponsori Buka Bareng sekira 250an santri cilik Salamul Falah.

Tahun ini akan dilaksanakan di hari pertama Salamul Falah, tanggal 14 Ramadhan.

Bagi kawan, pribadi dan/atau perusahaan yang mau support acara kami, silakan kontak saya. :))

Tabik.

#ILoveSalamulFalah #PribadiTangguhPantangMengeluh

View on Path

Kategori:Siklus

Setiap datang Ramadhan, saya sering diam-diam berdoa semoga kesibukan saya bisa berkurang, sehingga dalam sebulan puasa, saya bisa men-shut down sejenak diri saya demi bisa dengan tenang di-charge.

Tapi rupa-rupanya, setidaknya dalam 3-4 tahun belakangan, Ramadhan selalu jd moment yang lebih sibuk, sehingga saya harus tetap turn on selagi di-charge.

Kendati beberapa kesibukan itu, dalam konteks mahdah-ghair mahdah adalah bersifat ukhrowi, toh bisa jadi niatnya demi kompensasi yang disegerakan. Dan barangkali itu sebabnya, kendati sudah 20 kali lebih ber-puasa Ramadhan, fitri dan menangnya masih belum juga kesampaian.

View on Path

Kategori:Siklus

Tuhanku yang Maha Kasih, terima kasih Engkau tetap senantiasa berpuasa, bahkan ketika setiap dari kami berbuka sebelum waktunya.

View on Path

Kategori:Siklus

Aku sepertinya harus pula mempuasai diriku dari hasrat memenangkan hatimu, karena engkau bisa jadi akan serupa Kimya, sedang aku malas seperti Syams.

View on Path

Kategori:Siklus

Hari pertama Ramadhan tahun lalu disponsori oleh perjalanan pulang-pergi Pare-Bandara Juanda. Tahun ini sepertiny mostly di rumah aja.

View on Path

Kategori:Siklus

Menunda, untuk kesekian kalinya, pengerjaan novel demi menuntaskan tiga buku panduan Salamul Falah untuk tahun ajar I. Dibantu tim yang luar biasa. Semoga kekejar selesai 80% nanti malam biar besok bisa fokus lagi apply dan novel.

View on Path

Kategori:Siklus

Listening to Save Me by Gotye

Ditemani lagu mistis Gotye.

Kadang kurasai dalam diriku ada sosok-sosok lain. Mungkin 2 atau 3. Berdiskusi tak kenal waktu. Berdebat tanpa lelah. Dua diantara mereka cukup santun, sehingga aku merasa terbantu tercerahkan. Seperti diberi contekan. Semacam inspirasi kalau kau mau menganggapnya demikian.

Tapi yang satu demikian sembrono dan tak tahu adat, sehingga aku cemas kalau-kalau ucapan-ucapannya akan mencelakanku.

Dan demi itu, terkadang aku harus memukul dada memalingkan muka menutup telinga. Tetapi aku masih bisa mendengarnya.

Listening to Save Me by Gotye

Preview it on Path

Kategori:Siklus