(Yaitu) pada hari ketika engkau mesti mengendarai motor sejak pagi dan langit yang berkabut mentangiskan hujan.
Berkatalah engkau, “Jika saja Tuhanku menghendaki, tentu akan Dia jadikan hujan itu hujan yang deras; aku harus berteduh atau aku akan kuyup.
Tapi Dia menghendaki kebahagiaan untukku sehingga Dia jadikan hujan itu hujan yang ritmis dan gerimis; dan aku dapat menembus rinai yang seumpama serat-serat benang itu tanpa harus mengenakan jas hujan.
Dan ketika telah tibalah dia yang adalah aku sendiri di tempat tujuan, ditumpahkanlah hujan seperti akan disusul bandang Nuh kemudian.
Berkatalah engkau, “Tiadalah hujan yang deras melainkan pertanda harus meminum kopi.”

View on Path

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: