Bertanyalah seorang yang bertanya kepada dia yang ditanya, “Bagaimana bisa bubur ayammu tak kau aduk?”
Dia menjawab, “Cukuplah bagiku, hatiku yang diaduk badai rindu, buburku tak usah.”

View on Path

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: