Kenapa (Harus) Mencintai Muhammad?

Karena, pertama, saya percaya bahwa kisah hidup Rasulullah bukan melulu prihal kegigih-gagahan jihad, tetapi juga romansa humanis dan hal-hal remeh semisal urusan dapur.

Kedua, sebagai antitetis dari sejumlah buku sirah nabawiyah yang ditulis dengan kaku. Mengadaptasinya ke dalam gaya tulis novel adalah pengalaman transendental yang intim dan mengharu-biru. Serasa jatuh cinta.

Ketiga, untuk memberi ruang bagi tokoh-tokoh perempuan, karena buku ihwal sirah Rasulullah kebanyakan didominasi oleh (peran) kaum lelaki.

Perasaan ini tumbuh selama proses riset dan menulis, menguat sejak hari-hari di Madinah.

Tuanku Nabi, semoga engkau berkenan. Sekedar hadiah kecil. Salam.

View on Path

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: