Inspirasi itu seumpama cinta. Ia kadang datang terlalu tiba-tiba dan muncul pada waktu yang kurang tepat.

Sialnya, ketika kita siap berkomitmen untuk menuliskannya, ia kadang pergi begitu saja seolah tidak pernah berniat untuk singgah.

Dan jika, karena kesibukan dan kekurangsiapan memilih mendiamkannya barang sejenak, kita kadang mendapati ia keburu dipersunting penulis lain, melahirkan berbuku-buku yang seharusnya akan lebih bagus jika mewarisi DNA kita.

Demikianlah seorang penulis (lebih sering) berteman kesunyisenyapan.

View on Path

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: