Edisi “Maka nikmat-Mu yang manakah lagi yang bisa kudustakan” hari ini:

Perpindahan ke Madinah berbarengan dengan tahun baru hijriah. Rasanya seperti menapaktilasi dengan seksama. Ah, ingin pula aku bisa berdiri di Tsur pada momen itu dan menengok kepada Mekkah, dan berkata sebagaimana engkau, Tuanku, “Dari seluruh tempat di muka Bumi, engkaulah yang paling kucintai. Jika saja kaumku tidak mengusirku, aku tidak akan meninggalkanmu.”

View on Path

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: