Nyari sandal yang “hilang” dan “terjebak” arus manusia selepas subuh di Haram setidak-tidaknya membuat saya tahu di mana petugas Haram menaruh-sementara jenazah dalam keranda sblm mereka dishalatkan, lalu bagaimana mereka menutup ruas jalan dari Shafa agar jenazah itu bisa mudah diusung keluar masjid.

Dan thawaf pada 5 menit menuju waktu shalat juga memberi kesempatan untuk tahu bagaimana para asykar mengawal Imam menembus arus thawaf yang padat. Terberkahilah pengurus Masjid al-Haram, yang memastikan suara speaker benar-benar jernih sehingga tiadalah suara azan dan lantun bacaan imam melainkan demikian meresap ke dalam hati.

View on Path

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: