#WiskulMekkah Akhirnya, setelah jalan kaki lumayan jauh, berhasil juga nemu makanan ini: tamis. Harga rotinya 1 riyal, “saus”-nya 2 riyal. Pas nanya ke temen-temen sekamar soal rasanya mereka bilang, “Hmmm, teu asin, teu amis.”

Rotinya dipanggang, sausnya mirip bubur kacang yang terlalu lembek, dikasih garam dan merica. Buat saya sih lezat. Beli dua buah aja nyisa masih banyak. Kekenyangan. Hihihi

View on Path

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: