Arsip

Archive for September, 2014

September 30, 2014 Tinggalkan komentar

Saya suka pada cara orang-orang Arab memainkan gestur tubuh. Bahkan para perempuannya tetap terlihat anggun ketika berkacak pinggang. Menarik ketika mendelik. Mempesona ketika tertawa. Seumpama Aisyah.

Namun begitu, sejauh ini, bagi saya, yang memancarkan kecendekiaan tetaplah perempuan-perempuan Iran. Rasanya seolah tak ada seorangpun dari mereka melainkan adalah putri-putri Kisra.

View on Path

Iklan
Kategori:Siklus

September 30, 2014 Tinggalkan komentar

Tahun 2003, jemaah haji dilarang membawa kamera ke Masjidil Haram. Beberapa berhasil lolos pemeriksaan lalu diam-diam memotret Ka’bah. Tetapi mereka yang ketahuan, harus menerima hukuman: roll filmnya akan dirusakkan.

Hari ini, seiring dengan kemajuan teknologi gadget, jemaah bisa dengan mudah membawa kamera dan ponsel dan handycam ke dalam masjid, lantas menyempatkan diri ketika thawaf ber-selfie ria. Seolah kekudusan Ka’bah bukan perkara, seolah kemasyukan thawaf adalah senda gurau semata. Dan puncak eksistensi kita menjadi, hanya, pamer foto ‘kesalehan’ di ruang social media.

View on Path

Kategori:Siklus

September 30, 2014 Tinggalkan komentar

Suasana pasar kejut, yang mirip pasar di Joglo saban minggu, di depan deret Hotel Marwa. Aziziah Janubiah. Mulai dari pesmol ikan, nasi uduk, bala-bala, sayur lodeh, buah-buahan, batu ali imitasi, peci, jasa kargo, hingga abaya hitam.

Tetapi sebagai Jomet United, saya masih suka nogkrong nunggu yang ngebagi gratisan. Seperti tadi malam. Lumayan dapet kurma dan alqobtan, sejenis buavita.

Angkutan semisal elf menuju Haram juga ada karena shuttle bus gratis untuk sementara dinonaktifkan demi persiapan transportasi Arafah-Muzdalifah-Mina hari kamis besok.

Argo taxi, yang normalnya 5 real per orang, bisa meningkat hingga 100 real. Pandai-pandailah menawar, karena suwaya suwaya menawar itu halal. 😀

View on Path

Kategori:Siklus

September 30, 2014 Tinggalkan komentar

Satire was the moment when you heard that (maybe) Iran Hujjaj said loudly to his friends, “Al-Hajju, masyakat.” And continue his act of capturing crownded people on Aziziah-Haram bus. His friend softly smiled, when I got numb.

View on Path

Kategori:Siklus

September 26, 2014 Tinggalkan komentar

Ebook #TheLostStoryOfKabah is now available! Go grab it fast or put it stars!

View on Path

Kategori:Siklus

September 26, 2014 Tinggalkan komentar

Pergi berhaji dalam satu dan lain hal ibarat pergi berperang, tetapi dengan tiga kemungkinan.

1. Pulang sebagai seorang yang maqbul dan/atau mabrur, seumpama pemenang perang yang membawa limpahan ghanimah dan janji surga;
2. Pulang menanggung dosa, seumpama yang lari dan/atau kaum munafik dan/atau yang tidak berniat lurus sejak awal;
3. Meninggal sebagai, semoga, syuhada.

Labbaikallahumma, hajja.

View on Path

Kategori:Siklus

September 24, 2014 Tinggalkan komentar

Tiga tahun lalu, saat saya, dengan amat naif, memutuskan untuk membuka tabungan haji, saya tidak pernah membayangkan semuanya akan se-min haitsu laa yahtasib ini.

Saya hanya percaya bahwa suatu hari saya akan ke sana lagi, bukan semata untuk menuntaskan kerinduan, tetapi juga berharap menemukan suatu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sok salik tetapi komikal dalam hidup saya.

Dalam pada hari, pada hari-hari tertentu, selama bertahun-tahun sejak 2003, saya sering mengalami saat di mana saya serasa mencium aroma pelataran parkir Abu Qubais. Suatu perpaduan aroma roti dan sakhi. Hal yang membuat saya semakin yakin, karena doa saya terkoneksi. Visualisasi, kata Rhonda Byrne.

Demikianlah hal-hal ajaib ini sering menampar saya dalam kecemasan, “Semoga ini bukan istidraj.”

View on Path

Kategori:Siklus