Beranda > Siklus > Sunyi

Sunyi

Saat tak biru atau hati menjadi ungu.
Menuai rindu dalam kelambu,
terbahak–bahak dalam irama.

Hati terisak, angin melambai.
Badan terdepak, air mata meronta.
Buluh kecil, tak tahu pasti.
Air mengalir, tak tahu pasti
Abrasi!

Ini ragu, ini pilu, sebelum hilang pulau seribu
piramida di kunjungi,
tetangga sakit biar mati
Sunyi!

Arang jadi abu, begitulah.
Hamparan udara, begitulah
Bambu runcing tinggal sejarah,
Indonesia kau simpan di rumah
Siapa bersalah?

Mata terpejam, sirnalah.
Telinga bergetar, senyumlah
Ruang yang sepi,
Sunyi!
2006–2007

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: