Beranda > Siklus > Apologia Musim Salju

Apologia Musim Salju

Kembali meresapnya dalam diriku, reruntuhan itu, adalah apologia dan elegi.
Sampai nanti saat mimpi-mimpi itu menyudutkanku, membebaskanku, adalah mentari pagi.
Lalu, apa jadinya jika musim tak tentu lagi, dan kedamaian tak tersisa lagi?
Pada setiap langkah kaki itu, kumenaruh jejak seumpama salju-salju yang terjatuh: dalam keanggunannya menyisakan kehilangan, rasa murung: tapi sabarlah, sabar, duhai sayangku, karena Tuhan tak pernah meninggalkanmu. Begitupun aku.

26 Januari 2009

Β 

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: