Beranda > Siklus > Pagi Setelah Senja

Pagi Setelah Senja

 

Spasi

Aku hanya sebatas lautan pengasingan,

tertumbuk pasir.

Meniduri khayal sepi, membatasi.

Rintih.

Memaknai pergi,

tetap di sini.

Ambruk! Runtuh! Remuk!

 

Menunggu!

Masa lambat berganti,

kau pula bertanya…

Aku menunggu,

sepi tak akan menjemputku,

Karena sepi tak perlu menjemput,

dia tak tahu…

Hanya aku yang tahu, hanya aku….

 

Lepas

Seandainya kubungkam kau,

tertembaklah aku

Bayatmu rencanamu,

senja menutupimu

Tapi risau, hanya itu…

Kaulah risau itu,

  narsisisme autentik!

Seandainya dalam bilik–bilik itu, kau pun tahu

kendorkan sedikit emosimu,

longgarkan dasi, rangkul mimpi,

jangan sepi.

 

Spasi

Spasi

Spasi ganda

Tamat!

 

2006–2007

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: