Beranda > Siklus > Solitudian

Solitudian

Seperti terapi-kejut, bagaimanapun. Segalanya terlihat indah, dalam pemersepsian dan perencanaan saya, jadi menghadapi dua realita itu bikin terengah-engah: oh, betapa merasa gagal. Betapa takut partner saya memilih mundur. Lalu bagaimana dengan investasi yang saya keluarkan?

Tapi apa benar saya lebih takut dia mundur ketimbang saya merasa dipecundangi? Seperti merasa jawara tapi kalah 0-3 dari tim papan bawah. Atau merasa sudah sebesar United padahal masih berlaga di divisi 3. Harus mawas diri, bagaimanapun.

Menyenangkan mendapati hari ini mengaduk-aduk suasana hati: tentram ketika ziarah, separuh-semangat saat packaging, bersemangat saat ngampas, dan turun-bahu saat pulang. Tapi terima kasih Pak Haji Komar telah sudi menerima kendati berkerut-kening, “Wah tarik ning.” Tapi engkau menandatangi juga.

Ke Cianjur dengan lebih tenang. Tapi BCNY berulah lagi. Okelah, oknum. Harus mengerti bahwa “meningkatnya jumlah delivery order” ke Takoyakikuu membuat mereka harus mengubah kebiasaan: kondisi yang semula mereka bisa berleha di seputaran counter memaksa mereka keluar kandang. Alibi mereka bisa dimengerti dari kacamata kelas pekerja, kendati sebagai pebisnis saya merasa amat dirugikan.

Terutama kredibilitas.

Dan menyendiri dapat mengutuhkan rasa sedih. Bahwa Engkau sedang memainkan skenario pengkabulan. Barangkali saya terlampau terburu-buru, tergesa-gesa. Bahwa segala yang terjadi hari ini tentu karena sebuah alasan. Bukankah dahulu dalam menulis pun penolakan serupa ini pernah saya temui? Kenapa harus sekarang saya menyerah?

Oh cicilan-cicilan, rencana-rencana, tebusan-tebusan, pada Dia yang Mahakaya.

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: