Beranda > Trekking. > Tafsir Quanta Ikhlas pada riak Curug Sawer

Tafsir Quanta Ikhlas pada riak Curug Sawer

"Freedom!" Pose favorit kalau berfoto di depan air terjun hehe

“Freedom!” Pose favorit kalau berfoto di depan air terjun hehe

Jika dan hanya jika saya harus memilih destinasi favorit antara hutan, laut, dan air terjun, saya akan memilih yang paling akhir. Ini tidak jelas kenapa, pada mulanya, tapi kemudian saya mengerti bahwa air terjun selalu menakwilkan “kebebasan”, persis seperti pendakian gunung menakwilkan mikraj kehadirat Allah.

Saya jatuh cinta pada laut, saya menikmati pendakian gunung, tapi mendengar riak air terjun selalu membuat saya sumringah, seperti beban ini terlepas, seperti masalah itu tak pernah ada, seperti semua se-happy ending roman-roman picisan.

Setelah 3 kali ke Curug Cibeureum, sekali ke Curug di Baros—yang tidak touristy—akhirnya saya kesampaian juga berkunjung ke Curug Sawer. Curug ini berlokasi dekat Situ Gunung, Kadudampit, Cisaat, Sukabumi.

Biaya masuknya terbilang murah: 2000 perorang, plus 3000 untuk setiap motor.

 

Setelah berdiskusi, akhirnya kami memilih ke Curug terlebih dahulu—nama curugnya apa, saat itu kami belum tahu. Kami berjalan ke arah kanan, kemudian lurus mengikuti jalan setapak. Kata orang tadi, jaraknya sekitar 45 menit jalan kaki.

Itu artinya, lebih dekat dari jarak Curug Cibeureum.

Takoyakindo Crew on Tour :))

Takoyakindo Crew on Tour :))

Dan memang benar, hanya saja, treknya naik turun, sehingga cepat membikin lelah.

Tapi, saya selalu percaya bahwa perjalanan ke Curug akan selalu terbayar dengan pemandangan air terjun yang membikin tenang, membikin bebas.

 

Dan benar saja. Selepas mengikuti trek menurun, kami mendapati sebuah lapangan luas dekat warung-warung yang tutup. Berbelok ke kiri melewati gerbang ke arah Curug Sawer—demikian kami mengetahui namanya—kami sudah dapat melihat gemuruh air terjun tersebut—membikin rasa lelah hilang seketika.

Pemandangan Curug Sawer

Pemandangan Curug Sawer

Tak ada penjaga di pos sehingga kami tak membayar lagi.

Tak seperti Curug Cibeureum, Curug Sawer memiliki sungai besar yang airnya jernih. Beberapa kali kami berfoto di sana, kemudian lanjut berfoto persis di depan Curug.

Bagi saya, mendengar gemuruh air terjun selalu mendatangkan ketenangan. Demikianlah quanta ikhlas. Inilah musik relaksasi alamiah.

Berdoa di sini membikin khusyuk. Saya memejamkan mata dan merasakan seolah semua mimpi saya terwujud dan feel yang saya rasakan amat mengena. Seolah target Omzet Takoyakindo Group memanglah sudah terwujud. Seolah target buku-buku saya sudahlah tercapai. Seolah saya sudah naik haji lagi, umrah lagi, punya mobil, dan lain-lain, dan lain-lain.

IMG-20130107-00284

Refresh!

 

Arief mengajak saya menikmati arung jeram di Probolinggo. Arus sungai yang dahsyat plus air terjun tersembunyi laksana air terjun di Amazon, menggoda saya. Februari kami jadwalkan. Tapi sebelum itu, saya penasaran dengan Curug pada DP Blackberry-nya Mas @Pelancongmalas, Curug Cikaso.

Air terjunnya lebih besar daripada Curug Sawer.

 

 

IMG-20130107-00273

Meditasi dulu

 

Suatu hari saya harus ke sana. Biar esok lusa bisa ke air terjun Niagara. Bagaimana kira-kira rasanya, yak?

Iklan
  1. Agustus 3, 2013 pukul 8:04 am

    Its like you learn my thoughts! You seem to know
    a lot about this, like you wrote the ebook in it or something.

    I feel that you simply could do with some p.c. to power the message home a little bit,
    but instead of that, this is magnificent blog. An excellent read.

    I’ll certainly be back.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: