Beranda > Sarjana Copas > Sekilas Pilgub Jabar 2013

Sekilas Pilgub Jabar 2013

Bagi saya, keputusan Aher untuk menggaet Deddy Mizwar sebagai pasangannya dalam bursa pencalonan cagub dan cawagub jabar, hanya mencerminkan, setidak-tidaknya dual hal:
1) Kekuranyakinannya pada elektabilitas dirinya sebagai incumbent, dalam menghadapi elektabilitas Dede Yusuf dan Rieke Diah Pitaloka sebagai selebritis, sehingga harus mengggaet selebritis yang tak kalah kesohor.
2) Strategi dalam rangka membentuk imaji pemimpin yang bersih dan peduli. Seperti kita tahu, Deddy Mizwar belakangan ini terpersepsikan sebagai seorang yang alim, yang peduli pada nasib bangsa, melalui karya-karyanya yang luar biasa bagus, mulai dari Kiamat Sudah Dekat, Lorong Waktu, Nagabonar Jadi 2, sampai Para Pencari Tuhan. Dia adalah seorang sosok bersahaja yang amanah dan mengerti agama.

Imaji tersebut, ditambah dengan keputusan ‘seragam’ mereka yang berwarna putih berkancing merah, semata-mata menguatkan kepada kita bahwa merekalah pemimpin yang bersih, berjiwa berani, tegas, dan dapat dipercaya.

Sedangkan Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki, yang karena pertimbangan partai, tiba-tiba mengenakan seragam kemeja kotak-kotak, bagi saya, justru malah menurunkan citra dan kualitas kecerdasan seorang Rieke Diah Pitaloka. Kenapa? Sederhana saja, karena keputusan dia dan/atau partai menggunakan ‘seragam Jokowi style’ hanya membuat Rieke Diah Pitaloka tampak tidak yakin pada elektabilitas dan kualitas dirinya sendiri sehingga harus mendompleng popularitas Jokowi. Pada akhirnya, saya melihat Rieke justru menempatkan (kualitas) dirinya di bawah kualitas Jokowi. Seolah-olah menjadi Jokowi wannabe, dan bukan menjadi dirinya sendiri.

Bagaimana dengan Dede Yusuf dan Lex Lasmana? Perpaduan antara biru dan putih adalah perpaduan yang hangat. Dede Yusuf, melalui senyumnya dalam setiap foto, seolah-olah ingin menyampaikan kepada kita bahwa dialah sosok pemimpin yang hangat, yang mampu memeluk dan mengayomi masyarakat. Dia juga adalah golongan generasi muda yang punya jiwa perubahan. Itu poin kampanye-nya.

Lantas, Yance bagaimanakah? Terlepas dari kasus hukum yang tengah menjeratnya sewaktu masih menjabat Bupati Indramayu, keputusan Yance untuk menggaet Agung Hercules dalam menciptakan dan menyanyikan lagu untuk kampanyenya, bagis aya adalah sebuah blunder. Ketika pertama kali melihat lagu itu di salah satu stasiun televisi swasta, lengkap dengan video klip orang-orang dibagi sticker Yance, membikin Yance, terus terang, tampak seperti Pohon Plastik Palsu. Tipikal orde baru.

Sayangnya, jika geliat calon independent di Jakarta justru menuai banyak simpati dan dukungan dari kalangan selebritis, calon independent di Pilkada Jabar ini malah ditanggapi dingin. Kampanyenya melemepem, sampai banyak orang berpikir bahwa calon gubernur dan wakil gubernur itu hanya ada 4 calon. Jika sudah begini, saya pun bingung mengomentari.

Tapi ya sudahlah, siapapun pilihan Anda, rakyat Jawa Barat, pilihlah dengan cerdas. Lima detik Anda memilih, lima tahun Anda merasakan dampaknya. Inilah Calon Pemimpin Jawa Barat mendatang

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: