Beranda > Siklus > Deadlock

Deadlock

Selesai menempelkan target-target dan writing list di stereofoam kamar. Demi memperjelas visualisasi. Rencana dibekam tampaknya belum bisa terlaksana. Badan sudah serasa remuk redam. Tapi mari kita lihat: saya sudah tidak sabar ingin menulis, melanjutkan naskah, tapi saya sepenuhnya sadar referensi saya belumlah matang. Mungkin besok saya akan pergi ke Perpustakaan dan memantapkan beberapa referensi tambahan.

Tiba-tiba saja merasa langkah saya melambat oleh sebab atmosfer Jambudipa yang pelan. Waktu di sini berjalan begitu lambat. Saya merasa harus bisa menyelesaikan ini dan itu dalam jangka waktu beberapa hari ini, tapi kenyataannya tak semua list dapat saya selesaikan. Penyebabnya bisa jadi dua:

1. Saya kurang disiplin
2. Disorientasi Realitas Lapangan.

Saya menganggap enteng apa yang membutuhkan kematangan untuk ditulis. Baiklah, baiklah. Tiga judul lagi harus selesai, sementara beberapa judul lain malah masuk dan menganggu list. Haruskah ada yang saya hilangkan dan saya ganti? Kedua-duanya menarik. Tapi yang belakangan hadir lebih beresonansi dengan suasana hati. baiklah, baiklah. Selesaikanlah dahulu risetnya, lanjut menulis lagi.

Harus main futsal pukul 12 siang nanti, padahal badan agak meriang. Mungkin besok mesti dijadwalkan, kalau tidak bekam, berarti dipijat.

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: