Beranda > United We Stand > Romansa Roman-Di Matteo yang Seumur Jagung

Romansa Roman-Di Matteo yang Seumur Jagung

Piala Champions adalah hasrat terbesar Roman Abramovich. Tapi Di Matteo, sejak awal, bukanlah sosok pelatih ideal yang diharapkan Roman untuk memenuhi hasrat terbesarnya itu. Sayangnya, tanpa diduga, caretaker selepas Andres Villas Boaz dipecat ini, justru mampu membawa Chelsea tampil ke dalam penampilan terbaiknya musim kemarin. Dalam kurun waktu 262 hari, pelatih kalem asal Italia tersebut mampu membawa Chelsea menjuarai piala FA dan piala Champions!

Bahkan, Torres, yang ketika di bawah kepelatihan AVB, melempem, bisa kembali menemukan permainan terbaiknya di masa Roberto di Matteo.

Tapi siapa yang tidak kenal Roman Abramovich? Taipan minyak asal Rusia yang membeli Chelsea di tahun 2003 itu di satu sisi dipuja bak santo, tapi di sisi lain dibenci seperti Joker. Apa pasal? Sederhana saja: kehadiran Roman membuat kondisi ekonomi Chelsea membaik. Keterpurukan, yang pada awalnya, membuat Chelsea tak lebih dari sebatas klub-klub middle sekelas City, Everton, dan Tottenham, kini berubah menjadi keberlimpahan dollar yang membuat Chelsea bisa mendongkrak posisinya ke dalam top four Liga Inggris.

Tak tanggung-tanggung, sampai hari ini (belum termasuk dollar yang dikeluarkan untuk mendatangkan Rafael Benitez), Roman ditenggarai telah mengeluarkan tak kurang dari Rp 1,3 triliun hanya demi memuaskan hasratnya dalam “memecat pelatih secara tidak hormat” (solopos.com). Itu baru belanja pelatih, belum termasuk pemain. Menurut tribunnews.com, total belanja pemain yang dikeluarkan Roman Abramovich mencapai Rp 15,3 triliun!

Selama masa kepemilikannya, Roman Abramovich berhasil membawa Chelsea kembali menjadi kampiun BPL setelah 50 tahun! Itu di bawah asuhan Jose Mourinho di tahun 2005. Di tahun yang sama, Chelsea juga berhasil meraih Piala Carling setelah mengalahkan Liverpool di final. Tahun berikutnya, Chelsea kembali menjadi kampiun BPL di tangan The Special One ini. Pada 2007, Chelsea kalah dari perburuan juara BPL, tapi perkasa di Piala Carling dan FA. Arsenal dan United ditekuk oleh Si Biru ini demi menjadi kampiun di dua kompetisi.

Tapi bagi Abramovich itu tidaklah cukup. Beberapa penampilan buruk pada musim 2007/2008 tersebut ditambah kegagalan Chelsea meraih Piala Champions membuat Jose Mourinho didepak dari kursi kepelatihan! Mou adalah pelatih kedua yang dipecat selepas Claudio Ranieri.

Avam Grant mencoba peruntungannya di Stamford Bridge pasca Mou. Banyak yang memandang sebelah mata kepada mantan pelatih Israel tersebut, tapi di akhir musim, Avant Gram berhasil membawa Chelsea treble runner up. Runner up BPL dan Champions (dua-duanya kalah oleh Mancheseter United), dan runner up Piala Carling (kalah oleh tetangga London pemilik White Heart Lane).

Cukup? Tidak! Grant harus angkat kaki dari Stamford Bridge! Masuklah Felipe Scolari ke dalam skuad The Blues. Sayangnya, pelatih Brasil tersebut sama sekali tak mampu memberikan efek positif ke dalam tim. Tak satupun trofi mampu dia berikan, sehingga Roman memecatnya selepas jeda paruh musim!

Sebagai seorang manajer Rusia, Guus Hiddink kemudian diminta “kerja sambilan” di Chelsea. Statusnya sebagai caretaker sampai musim berakhir–persis seperti Di Matteo selepas AVB dipecat, persis seperti Benitez selepas Di Matteo dipecat. Dalam hitungan bulan, Hiddink berhasil membawa Chelsea meraih trofi FA-nya yang kelima. Satu-satunya kenangan manis karena Hiddink tak melanjutkan kontrak karena ingin berfokus pada Timnas Rusia.

Pada musim 2009/2010 Carlo Ancelotti didatangkan dengan kontrak selama 3 musim. Ancelotti yang konon akrab dengan para pemain ini berhasil mengawali musim perdananya dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield setelah mengalahkan Manchester United lewat adu penalti. Ini keberhasilan baik bagi Chelsea karena menjadi yang pertama (kemenangan lewat adu penalti) setelah 1998! Di akhir musim, Chelsea berhasil meraih mengawinkan Piala BPL dengan Piala FA. Pun mengantarkan Didier Drogba mendapatkan golden boot sebagai pencetak goal terbanyak–mengalahkan Wayne Rooney yang dibekap cedera di akhir musim. Di tahun yang sama, Chelsea juga mencatatkan 100% menang melawan The Big Four (Manchester United, Liverpool, Arsenal) baik itu di kandang, maupun tandang.

Ancelotti terlihat impresif. Banyak orang menaruh harap. Tapi ambisi Roman Abramovich tetaplah Piala Champions, dan ia paling tidak suka melihat timnya bermain buruk. Alhasil, Ancelotti pun dipecat secara tidak hormat, ketika Chelsea kalah 1-0 dari Everton! Menurut beberapa sumber, pemecatan tersebut dilakukan bahkan ketika Ancelotti dan skuat Chelsea masih dalam perjalanan pulang!

Secara presisif, nama Andres Villas Boaz terkenal di dunia sepakbola berkat kesuksesannya membawa Porto meraih Mini Treble Winner. Roman pun jatuh hati. Dibelilah AVB untuk menangani Chelsea. Sayangnya, nama besarnya di Porto tak bertuah di tanah Inggris. Chelsea tampil buruk. Konflik internal di ruang ganti jadi gosip hangat media bola seluruh dunia. AVB pun dipecat di tengah musim dengan Roberto Di Matteo naik sebagai pelatih ad interim.

Uniknya, di tangan Italian ini, Chelsea justru kembali menampilkan performa apiknya dan mencatatkan diri sebagai kampiun Piala FA dan Piala Champions.

Tapi memang benar. Sejak awal, Di Matteo bukanlah pilihan ideal Roman Abramovich untuk mendapatkan Piala Champions–sesuatu yang amat dirindukannya sejak lama. Karena itulah dia tampak ragu-ragu saat hendak mengangkat Roberto Di Matteo sebagai pelatih tetap musim berikutnya. Roberto Di Matteo pun sempat beberapa kali mengutarakan kegundahannya prihal status yang tak jelas. Barangkali karena dukungan dari beberapa pemain seniorlah, Roman Abramovich akhirnya memutuskan untuk mengangkat Roberto Di Matteo sebagai pelatih tetap.

Performanya? Mengagumkan. Setidak-tidaknya dalam laga-laga awal. Chelsea mencatatkan rekor tak pernah kalah sebelum akhirnya dilibas Mancheser United di Stamford Bridge. Setelah itu, rentetan hasil buruk menghantui skuad The Blues, dan puncaknya adalah kekalahan 0-3 dari Raja Italia, Juventus, di Piala Champions yang membuat Chelsea berpeluang besar untuk tidak lolos fase knocked out.

Pada pukul 3 dini hari selepas kekalahan, Di Matteo pun dipecat.

Iklan
Kategori:United We Stand
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: