Beranda > United We Stand > Clattenberg vs Stamford Bridge

Clattenberg vs Stamford Bridge

Tapi lucu juga memperhatikan bagaimana reaksi fans Chelsea menyoal kepemimpinan Clattenberg dalam laga Chelsea vs Man. United pada 28 Oktober 2012. MU unggul mudah dalam 15 menit awal babak pertama lewat gol bunuh diri David Luiz dan sebuah sontekan apik dari Robin van Persie. Tapi Chelsea dapat memperkecil kedudukan lewat tendangan bebas cantik dari Juan Matta.

Skor 1-2 bertahan hingga turun minum.

Pada awal babak kedua tensi pertandingan meningkat. Pelanggaran demi pelanggaran memaksa wasit Clattenberg mengeluarkan kartu kuning. Chelsea dapat menyamakan kedudukan lewat sundulan Ramires memanfaatkan tendangan sudut. Bola pun berpindah penguasaan. Chelsea ngotot untuk menang, sedangkan United semakin kelimpungan.

David de Gea tampil dalam performa ciamik. Lebih dari 5 kali penyelamatan berhasil dilakukan kiper muda Spanyol tersebut. Tapi ‘mati’-nya lini tengah United membikin kiper jangkung ini nyaris kewalahan. Untungnya, melalui skema serangan balik yang ciamik, Ivanovic terpaksa menjatuhkan Ashley Young.

Clattenberg mengeluarkan kartu merah. Ivanovic tak protes. Itu patut diapresiasi. Bagaimanapun, pelanggaran itu jelas, dan Clattenberg membuat keputusan yang tepat. Tapi ‘petaka’ bagi Clattenber datang ketika dia mengusir Torres dari lapangan ketika striker berpipi merah itu terjatuh saat berhadapan one on one dengan Jonny Evans. Wasit memvonis Torres diving, sedangkan rekaman ulang menunjukkan ada kontak (walaupun kecil) antara Jonny Evans dan Torres.

Seketika fans Chelsea meradang. Bahkan sang manajer, Di Matteo, yang terkenal kalem, terlibat ‘cekcok’ dengan Sir Alex Ferguson saat mengkonfrontir asisten wasit yang memegang board. Sementara Abramovich duduk lesu tanpa senyum.

Gloria pun membahana saat si super sub, Javier Chicarito Hernandez melesakkan gol ketiga MU ke gawang Chelsea. Skor berbalik menjadi 2-3. Rekor ‘tak pernah menang’ MU saat tandang ke Stamford Bridge terpecahkan. Comeback kesekian yang mengingatkan kita pada laga yang sama tahun lalu saat MU berhasil menahan imbang Chelsea 3-3 di Stamford Bridge.

Dengan catatan yang serupa.

Apa itu?

Laga Chelsea vs United pada musim 2011/2012 diwarnai keputusan kontroversial Howard Webb yang memberi MU dua penalti sehingga MU bisa mengejar ketertinggalan dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Tapi jangan lupa, pada babak pertama pertandingan tersebut, Howard Webb memberikan beberapa keputusan yang merugikan MU. Koran BOLA pada ulasannya menyebut “penalti yang diberikan Webb sebagai ‘hadiah’ atas keputusan kelirunya di babak pertama”.

Lalu bagaimana pada laga Chelsea vs United musim ini? Fans Chelsea marah karena dua hal, (1) kartu merah Torres, dan (2) gol Chicarito yang off side. Keduanya menuduh wasit menguntungkan United. Padahal, selama 2 x 45 menit tersebut, dua kali bek Chelsea handsball di kotak penalti, dan wasit tak menghadiahi United satupun penalti!

Jika boleh hitung-hitungan dengan asumsi sepak bola adalah ranah matematika, maka apalah artinya gol chicarito yang offside dibandingkan dua penalti yang digagalkan.

Fanatisme adalah hak asasi setiap dari kita, itu benar. Ketidakpuasan pada official itu manusiawi. Tapi jikalau hendak menghakimi wasit, tolong, jangan hanya didasarkan pada keputusan sang wasit yang “dianggap” merugikan tim kita.

Karena seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Kita harus berlaku adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan.”

Iklan
Kategori:United We Stand
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: