Beranda > PandoRandom > Ihwal Nulis Buku Club Cianjur

Ihwal Nulis Buku Club Cianjur

Jadi, apa sebetulnya Nulis Buku Club Cianjur?

Tak lebih dari sebuah itikad baik. Begini, salah satu faktor yang mempersulit seorang penulis hebat dalam menerbitkan karya mereka adalah karena mereka bekerja sendiri-sendiri, mereka tidak membangun sebentuk jejaring sesama penulis. Akibatnya, tidak ada pertukaran informasi, pengalaman, dan lain sebagainya, yang mampu mendorong percepatan proses.

Maksud Anda seperti serikat pekerja?

Bukan. Pernah dengar soal Indie Publishing?

Pernah.

Nah, tahu apa persoalan klasik dari Indie Publishing?

Teruskan…

Pertama, menyoal modal. Karena untuk mencetak buku itu minimal 2500 eksemplar (kalau ingin dapat harga murah). Tanpa sistem distribusi dan promosi yang baik, buku sebanyak itu akan sulit terjual. Akibatnya apa? Penulis tersebut menderita rugi yang amat banyak. Kedua, menyoal distribusi, karena tidak semua penulis paham bagaimana cara mendistribusikan buku Indie–atau dalam konteks yang sederhana, “bagaimana mendistribusikan buku kita ke toko-toko Gramedia”.

Dan kaitannya dengan Nulis Buku Club Cianjur?

Akan lebih baik kalau saya menjelaskannya terlebih dahulu dari perusahaan penerbitan on demand pertama di Indonesia, yakni NulisBuku. Perusahaan ini menjawab tantangan di dunia Indie Publishing dengan memungkinkan si penulis bisa mencetak buku walau hanya satu eksemplar. Kau mengerti?

Jelaskan lebih lanjut!

Kalau begitu mampirlah ke website-nya di http://www.nulisbuku.com.

(Setelah beberapa lama)

Jadi NulisBuku menerbitkan karya kita tanpa kita harus keluar modal banyak karena mesti mencetak 2500 eksemplar?

Iya, benar. Mereka hanya mencetak sesuai dengan permintaan pasar. Lebih dari itu, kita juga diberi kebebasan dalam menentukan nilai royalti yang kita inginkan. Royalti tersebut akan dibagi 2, 60% persen untuk kita, sisanya untuk NulisBuku.

Dan soal Nulis Buku Club Cianjur?

Kekaguman saya pada NulisBuku, salah satunya, adalah kemampuan perusahaan ini membangun jejaring di seluruh Indonesia. Salah satunya, dengan membikin Nulis Buku Club di berbagai kota. Mereka biasa berkumpul pada waktu-waktu tertentu, berdiskusi dan sharing soal dunia buku, dan kadang-kadang membikin antologi bersama.

Dan Anda ingin membikin yang serupa itu di Cianjur?

Tepat sekali. Saya ingat ketika Kang Yusuf Gigan bilang bahwa di tahun-tahun sekarang, satu-satunya novelis di Cianjur hanyalah saya. Setelah saya pikir-pikir, ini ada benarnya. Tapi tak lantas membikin saya jumawa. Kenapa? Karena saya selalu yakin Cianjur memiliki potensi-potensi yang tak kalah dari jakarta dan Bandung. Masalahnya hanya satu: akses informasi yang masih, dalam beberapa hal, terhambat.

Contohnya?

Seperti koneksi dengan penerbit. Kebanyakan penerbit mangkal di kota besar. Memang bisa berkorespondensi via email, tapi apalah artinya email dibandingkan dengan tatap muka?

Memangnya Nulis Buku Club Cianjur bisa menjaminkan koneksi yang lebih baik?

Begini, tujuan saya menjadi folunteer klub menulis ini adalah karena saya ingin, pertama, sharing soal kesempatan besar dalam merintis karier sebagai penulis profesional. Dan kedua, dalam rangka mendukung mimpi perusahaan tersebut untuk membikin “setiap satu orang di Indonesia minimal bisa menerbitkan satu buah buku setiap tahun”.

Tapi sebentar, di Indonesia penerbit sudah banyak. Apa itu belum cukup? Memangnya NulisBuku Club ini mampu bertahan lama?

Penerbit harus berorientasi pada keuntungan. Hal yang kadang-kadang membikin beberapa karya bagus justru tak terterbitkan. Bisa kita lihat bagaimana dunia buku kita hari ini dipenuhi roman picisan korea-sentris. Homogenitas yang menjengahkan. NulisBuku (dan NulisBuku Club) berusaha menjadi antitesis, menjadi anamnesis dari kondisi ini.

Apa program Anda soal Nulis Buku Club ini?

Saya ingin mengadakan pelatihan menulis selama 99 hari: mulai dari menulis naskah fiksi, non fiksi, puisi, dan lain sebagainya. Untuk narasumber? Kita punya banyak penulis senior yang handal. Tapi proses pelatihan ini tak sekedar mempelajari teknik. Lebih dari itu, di akhir pelatihan, semua peserta berhasil menerbitkan buku mereka, via Nulis Buku, silakan. Via penerbit, boleh. Mau murni Indie Publishing, silakan. Yang jelas, dalam 33 hari tersebut, kami akan memberi gambaran sejelas mungkin mengenai dunia menulis, dan dunia penerbitan.

Untuk daftar, apakah ada syarat?

Yang pasti gemar menulis, ingin belajar menulis. Ketertarikan ini penting demi optimalnya proses “belajar”.

Oke, informasi diterima. Jadi kapan akan launching?

Setelah bisa menemukan beberapa anggota untuk bersedia jadi folunteer, saya akan mem-follow up segala bentuk perkembangan dari NulisBuku. Setelah itu, mari kita lihat. Semoga bisa resmi launching paling telat bulan November.

Baiklah, terima kasih Mas Irfan.

Terima kasih kembali, Mas.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: