Beranda > Siklus > Sehat Lahir Batin Dengan Susu Halal

Sehat Lahir Batin Dengan Susu Halal

Karena anak adalah aset kita di masa depan. Kenapa aset? Karena, pertama, dia adalah titipan yang Allah percayakan kepada kita. Karena dia adalah titipan, maka sudah selayaknya kita merawat dia sebaik mungkin agar si Pemberi Kepercayaan nggak marah, nggak kecewa terhadap kita. Lagipula, bukankah tidak semua orang diberikan kepercayaan yang luar biasa seperti itu? Jadi memastikan kita mampu merawat mereka dengan baik adalah juga sikap bersyukur. Dan Allah berjanji bahwa mereka yang bersyukur akan ditambah nikmatnya, sedangkan mereka yang kufur (nikmat) akan mendapat azab yang pedih.
Kedua, anak adalah aset karena anak dapat menjadi perpanjangan tangan kita dalam mendapatkan rezeki dari Allah. Bukankah Allah menjaminkan banyak anak banyak rezeki? Setiap anak membawa rezekinya sendiri-sendiri. Dan rezeki tak selalu, tak harus, tak melulu berupa uang. Nama baik, misalkan, adalah juga bentuk rezeki. Kemudian, kebanggaan. Apa yang dapat menggantikan rasa bangga seorang ayah terhadap anaknya yang berprestasi? Tak terbayar! Itu juga bentuk rezeki. Dan yang terpenting dari semua itu, adalah doa. Karena doa dari anak yang salih adalah pahala yang tidak akan pernah putus.
Karena itulah, menjaga dan merawat, memastikan anak tumbuh dengan baik adalah kewajiban kita selaku orang tua. Terlebih karena fase anak adalah fase pertumbuhan sekaligus pembentukan karakter. Pemastian kedua hal tersebut berada pada jalurnya yang benar adalah mutlak keharusan. Tapi bagaimana aplikasi dalam kesehariannya? Banyak. Salah satu yang paling sederhana namun fundamental adalah pemastian keterpenuhan kebutuhan gizi, terutama susu.
Kenapa susu?
Karena susu mengandung banyak manfaat bagi si anak. Ia tidak hanya akan mengenyangkan, tetapi juga, (1) menyehatkan tulang, (2) membuat gigi sehat, (3) mencegah obesitas, (4) mencegah diabetes, dan (5) menjaga anak dari dehidrasi. Hal tersebut dikarenakan susu megandung kalsium, fosfor, magnesium, protein, serta indeks glikemik rendah yang mampu mengontrol kadar gula darah .
Bahkan, saking fundamentalnya posisi susu dalam tumbuh-kembang anak, Imam Nawawi saja, dalam Kasyifah as-Saja, menyarankan agar anak diberi susu sampai usia 2 tahun. Tapi kemudian muncul pertanyaan: tapi apakah ASI eksklusif bisa selalu tersedia selama itu? Bisa saja sih. Tapi muncul pertanyaan lanjutan? Tapi kan banyak ibu yang merangkap jadi wanita karier. Bagaimana menyiasatinya?
Gampang. Dewasa ini, inovasi di bidang industri susu semakin gencar. Di satu sisi, ini baik demi terpenuhinya susu berkualitas. Tapi di sisi lain, ini mengkhawatirkan karena tak jarang produsen menambahkan zat-zat tertentu seperti pemanis buatan demi melariskan produknya. Karena itulah, dalam proses pemilihan susu bagi anak, setidaknya ada dua syarat yang harus dipenuhi. Apa saja itu?
Pertama, sehat. Susu harus sehat, karena hanya susu yang sehatlah yang mampu memberikan manfaat optimal bagi tumbuh-kembang si anak. Lantas muncul pertanyaan: lalu, bagaimana caranya menentukan mana susu yang sehat dan mana yang tidak? Gampang, uji saja secara sederhana seperti ini. Susu yang sehat memiliki kriteria sebagai berikut: (1) warnanya putih kebiruan hingga kuning keemasan, (2) berasa gurih karena kandungan gula laktosa dan garam mineral, (3) berat jenis 1,028 kg/liter, (4) bertitik beku di -0,550 derajat celcius, serta, (5) bersifat amfoter, yakni berada diantara sifat asam dan basa, dengan pH alami berkisar 6,5-6,7 .
Kok ribet? Ada yang lebih sederhana?
Tenang, kita masuk dulu ke syarat yang kedua, yakni harus halal. Kenapa harus halal? Karena nabi saja menggaransikan bahwa kualitas akhlak manusia dipengaruhi oleh kualitas (baca: tingkat kehalalan) makanan dan minuman yang dikonsumsinya. Jika sejak kecil si anak sudah diberikan susu yang tidak halal, lantas mau jadi apa nantinya anak tersebut? Ke-halal-an makanan dan minuman dapat mempermudah masuknya petunjuk dari Allah, sedangkan keharaman malah mengunci mati hati kita dari petunjuk dan hidayah-Nya.
Jadi, jika kita ingin anak kita sehat lahir dan batin, berikanlah susu yang sehat lagi halal. Jika pengujian kriteria sehat di atas terasa ribet, lalukanlah yang mudah ini: susu yang sehat dan halal biasanya memiliki dua sifat, (1) keterpercayaan, (2) keterjaminan. Keterpercayaan adalah kualitas yang dijaga selama bertahun-tahun tanpa pernah mengecewakan pelanggan. Sedangkan keterjaminan adalah cap halal dari MUI yang menjadi penjamin bahwa susu tersebut diproduksi secara halal.
Jadi, jika kita berpangku pada dua sifat di atas, jelas susu Frisian Flag adalah pilihan yang layak diperhitungkan. Karena ia tidak hanya terpercaya bertahun-tahun, tetapi juga terjamin ke-halal-annya.

Iklan
Kategori:Siklus
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: