Beranda > PandoRandom > Tiga Tahun Kemudian

Tiga Tahun Kemudian

Arif selalu mengagumkan. Saya pertama kali kenal dia saat SMA. Dia junior saya di Paskibra. Terpilih menjadi Pak Lurah angkatan 2005. Kepemimpinannya waktu itu saya ragukan, karena saya melihat persona Galih lebih menonjol.

Lambat laun dia berkembang juga. Selepas SMA berkuliah di Raped dan merintis bisnis. Dia tak pernah kehilangan keyakinannya pada kemampuan diri sendiri, pada mimpinya. Sambil kuliah dia berbisnis. Banyak hal.

Kemudian dia melanjutkan kuliah ke Stembi. Saya bekerjasama dengannya saat peluncuran Hubby sewaktu masih berjalur indie. Dan terkagum-kagum pada caranya bernegosiasi, pada caranya mewujudkan apa yang kami rencanakan–sementara saya masih terjebak dalam berbagai persoalan psikologis dan pemikiran yang seolah tak berujung.

Ketika Hubby mentok di tengah jalan, saya kembali ke rutinitas awal sembari menyelesaikan novel kedua saya, sementara Arif melanjutkan jalannya di dunia bisnis. Kami terpisah oleh dua kesibukan yang saling berbeda dan hanya sesekali bertemu untuk mengobrol soal bisnis.
Tadi sore, kami bertemu kembali dan ngobrol. Tentang bisnis. Kali ini karena saya ngebet ingin berbisnis. Saya mengemukakan ide bisnis saya terlebih dahulu, tapi kemudian saya tercengang-cengan begitu Arif menanggapi ide itu dengan ide-ide brilian dia. Tiba-tiba saja saya lebih merasa terintimidasi ketimbang merasa tercerahkan. Pada saat itulah saya bilang, “Tiga tahun lewat setelah fase Hubby, saya fokus mendalami dunia menulis dan kamu fokus pada dunia bisnis. Dan sekarang terlihat, pengetahuan dan intuisimu dalam bisnis jauh di atas saya.”

“Dan saya nol besar dalam dunia tulis.”

Kami tergelak. Inilah dia, pembeda kami. Pemilihan jalan dan fokus yang berbeda yang menghasilkan ke-ekspert-an yang berbeda pula. Seperti kata Mas Ippho, kita harus menemukan kata kunci kita. Saya menemukannya melalui Arif, Arif menyadarinya melalui saya.

Simbiosis mutualisme itu selalu menyenangkan. Berkah silaturahmi. Kami berencana bekerjasama dalam beberapa hal. Dia mengusulkan satu pilihan yang selama ini membingungkan. Baiklah, saya terima sarannya. Terima kasih.

Tiga tahun yang mendewasakan!

Iklan
Kategori:PandoRandom
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: