Beranda > Trekking. > Ke Kanan, ke Taman Labirin

Ke Kanan, ke Taman Labirin

Ada pameo yang bilang kalau Cipanas memisahkan diri dari Cianjur, Cianjur bakal mengap-mengap nggak bisa makan. Kenapa? Karena mayoritas pendapatan daerah berasal dari sana.

Walaupun sekarang Cianjur Kota sudah mulai berbenah, toh daya tarik wisata Cipanas tetaplah tidak pudar. Seminggu yang lalu, saya dan Arifa main ke Taman Bunga Nusantara

Tiket 20 ribu belum termasuk biaya parkir 5 ribu. Masuk melalui pintu utama, kami disambut air terjun jernih yang bersisian dengan Burung Merak. Sehabis leyeh-leyeh bentar, kami mengambil jalur kiri dan melewati patung dinosaurus besar untuk masuk ke lokasi Taman Mawar, Taman Paris, Taman Labirin, Taman Air, Menara, dan seterusnya!

Patung Dinosaurusnya sih dibikin dari kawat yang dibentuk sedemikian rupa dimana dibagian luar ditumbuhi rerumput dan daun yang merambat. Akibatnya, dari kejauhan akan tampak seperti Pohon berbentuk Dinosaurus.

Taman Mawar memiliki beberapa area duduk berpayung dedaun. Membikinnya mirip taman yang biasa kita lihat di film-film romansa bersetting kerajaan Eropa.

Di hadapan Taman Mawar terdapat Taman Paris. Cirinya kursi taman memanjang, air mancur, dan beberapa pohon yang dibentuk kubus tegak di berbagai sudut.

Dari sana kami masuk ke Taman Labirin. Lewat pintu belakang. Memutari tak jauh, tapi langit keburu gelap. Kami harus sedikit berlari sebelum hujan menderas tapi jalan keluar entah dimana! Akhirnya, berbalik ke arah awal kami masuk, kami berhasil menemukan jalan keluar lalu memaksakan diri hujan-hujanan dan berteduh di mushola.

Setelah hujan reda, kami ke Taman Musik dan hanya melihat sekilas, kemudian berfoto agak lama di Taman Bali. Sebelum masuk saya mempersiapkan diri untuk kecewa. Kenapa? Karena tak berapa sebelumnya saya sudah ke Bali dan saya khawatir ekspektasi saya terhadap taman ini terlalu tinggi.

Tapi tidak. Saya justru kagum. Seperti barongsai: awut-awutan oleh perpaduan berbagai pohon yang acak dan alami, diselingi keindahan sungai kecil yang beriak, danau yang memiliki jembatan kayu, serta tempat lesehan dan pura.

Dari sana, kami keluar dan bersantai sejenak di Taman Palem. Berfoto dua kali di kursi memanjang.

Perjalanan berlanjut ke Taman Mediterania. Berfoto di area luar yang sangat “Mediteran” (Pohon kaktus, kerikil, meja dan kursi batu, bahkan tiga patung kura-kura dari batu). Di sebuah rumah bercat merah muda, tetumbuhan kaktus meraja. Pintu rumah itu hanya sebuah ‘payung’ bergaya Meksiko tanpa pintu.

Keluar dari pintu samping, kami naik ke Menara dan memandangi berhektar-hektar Taman ini. Saya mengajukan pertanyaan kepada Arifa kenapa namanya harus “Taman Bunga Nusantara” sedangkan Taman yang banyak dipamerkan justru Taman Luar Nusantara, seperti Paris, Mediteran, Amerika, Jepang, dan lain-lain. Tapi kemudian saya ngeh, barangkali yang disebut Nusantara di sini adalah fase ketika bangsa Majapahit atau Sriwijaya menguasai berbagai negara. 700 dan 1400 tahun yang lalu.

Itu hanya hipotesa.

Karena kelelahan, kami berjalan santai menuju Taman terakhir. Arifa sangat jatuh hati pada Jepang, jadi kunjungan ke Taman Jepang wajib hukumnya. Kami mengabaikan danau besar yang memiliki patung setengah badan seorang perempuan (Nyi Roro Kidul? Entalah). Alih-alih itu, kami berjalan terus dan masuk ke Taman Jepang.

Lagi-lagi seolah udara yang ada di sana adalah udara Jepang. Semua tanamannya, tanaman Jepang. Kolam dan rumah kayu dan kursi taman dan bebatuan dan tempat leseh-leseh. Sangat minimalis, tertata, sekaligus menggemaskan seperti… seperti siapa yah? Ahahaha.

Karena kaki kami sudah kelewat lelah dan waktu sudah semakin sore, kami tak masuk ke Rumah Kaca dan memilih langsung pulang setelah berfoto di dekat Taman Merak dan Kereta Putih di Areal Parkir.

Sekian. Wassalam. 😀

Iklan
Kategori:Trekking.
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: